Ade Paranata

Sosiologi Buruh

Posted on: May 1, 2010

Tepat ter-tanggal 1 Mei 2010 ini,  sayapun mengaktifkan kembali opini melalui media ini. Pun hari ini digadang sebagai Hari Buruh Internasional atau biasa dikenal “May Day”. Dimana seluruh pekerja mendemonstrasikan segala bentuk akumulasi frustasi dari kebijakan pemerintah maupun swasta yang sangat melemahkan posisi pekerja, tidak berpihak dan sudah tentu buruh pun kecewa.

Sejarah singkat

Perkembangan kapitalis industri di awal abad ke-19 menandakan perubahan ekonomi-politik. Terutama terjadi di Amerika dan Eropa bagian barat, buruknya kondisi kerja, upah minim, kemudian melahirkan perlawanan dari berbagai lapisan pekerja.

Pada Tanggal 5 September 1982 parade hari buruh pertama di awali dari New York dengan membawa pesan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Kemudian perlawanan ini muncul di berbagai belahan dunia dan negara-negara lainnya.

Tanggal 1 Mei 1986 aksi besar-besaran terjadi di Amerika Serikat yang berlangsung selama 4 hari. Sekitar 400.000 pekerja dari berbagai lapisan pekerja turun ke jalan melakukan aksi perlawanan terhadap ketidakadilan yang diterima.  Ratusan orang ditembaki dan ada juga yang dihukum mati. Inilah peristiwa Hymarket yang menjadi jalan pembuka bagi ketidak adilan atas pemilik modal terhadap pekerjanya.

Indonesia?

Tanggal 1 Mei 1920 Indonesia memperingati hari Buruh. Tetapi sejak masa Orde Baru aksi ini dibungkam, bahkan nyaris hilang. Kekuatan kekuasaan pada masa Orde Baru seolah-olah menenggelamkan segala bentuk perlawanan, tidak hanya oleh kalangan buruh bahkan siapapun, organisasi apapun yang menurut pemerintah tidak sejalan langsung dibungkam. Dalam masa itu oleh pramoedya disebut diamankan.

Pada masa Orde Baru perlawanan yang diberikan oleh kaum buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis dan ditabukan di Indonesia. Gerakan kaum buruh ini di sebut sebagai gerakan subversif  karena selalu dikonotasikan sebagai gerakan komunis. Pemerintah Orde Baru menentang menganut ideologi antikomunis.

Pada tahun 2006 aksi ini mulai marak kembali, persis setelah berakhirnya masa Orde Baru tahun 1999. Perlawanan oleh buruh terus diberikan. Aksi buruh tanggal 1 Mei 2006 terjadi di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, Lampung, Malang bahkan sampai ke Manado.

Semangat menginginkan keadilan dan kesejahteraan yang layak ini lah yang menjadi dasar perlawanan oleh buruh. Kita tahu upah pekerja di berbagi pabrik-pabrik indsutri di Indonesia masih sangat rendah. Pekerja di salah satu pabrik rokok di Klaten saja,berkisar 200-250 ribu rupiah per bulan. Pendapatan yang sangat minim ini tentulah tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri apalagi satu rumahtangga.

Kenyataan ini masih banyak ditemukan di berbagai kota-kota lainnya. Penghidupan yang layak yang dijamin oleh pemerintah wajib dituntut. Mengatur ulang kebijakan yang disepakati antara pemerintah, swasta dan asosiasi pekerja seluruh Indonesia adalah jalan keluar.

Kita semua adalah saudara, tak pantas rasanya jikalau hanya ada beberapa orang saja yang kaya dan menikmati kekayaan Indonesia, apalagi orang yang bukan WNI yang menguasai aset sumberdaya alam kita, kita sebagai rakyat Indonesia sama sekali tidak ada harganya, harga diri di hargai bak kacang goreng, diinjak-injak bahkan nyaris terkubur. Itulah Indonesia.

Jikalau Ketidak-adilan ini terus dipelihara, sama halnya Indonesia menabung risiko. Terlihat banyak sekali orang di PHK, sehingga ruang pengangguran semaikn melebar. PHK juga kita sebut sebagai frustasi ekonomi karena tidak dapat disubdi karena ia menyangkut harga diri.

Pemerintah harus bisa menjadi jembatan pelindung atas masalah yang terus menjadi api dalam sekam dari tahun ke tahun ini. Karena bisa saja Pemutusan secara sepihak dapat terjadi antara pihak perusahaan kepada pekerjanya yang disebabkan oleh tuntuan upah yang layak. JIka tidak, masalah pengangguran tidak akan dapat teratasi dan akan melebar ke permasalahan yang lebih kompleks lagi yaitu kemiskinan. Jika pengangguran ini terus dibiarkan, maka menurut rumus sosiologi huru hara adalah fasilitas sosial bagi ekspresi harga diri. Sekali pintu dibuka dendam dendam politik lama akan berhamburan menuju pintu yang sama.



1 Response to "Sosiologi Buruh"

oh ade,,serius skali dikau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • ucha: oh ade,,serius skali dikau..

Categories

%d bloggers like this: